Rekonstruksi Indikator Kesejahteraan Ekonomi Dari GDP Menuju Falah Dalam Perspektis Ekonomi Islam

Penulis

  • Yekti Nilasari Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon
  • Ade Sugianto Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Wartoyo Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.59631/sshs.v4i2.630

Kata Kunci:

Falah index, gross domestic product, Islamic economic welfare, maqasid syariah

Abstrak

Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai tolok ukur utama kemajuan ekonomi dinilai cacat secara konseptual karena hanya mengukur transaksi pasar kuantitatif, mengabaikan dimensi ketimpangan sosial, kerusakan lingkungan, serta kesejahteraan spiritual masyarakat. Penelusuran literatur menunjukkan empat kesenjangan utama yang belum terpecahkan: kesulitan mengkuantifikasi dimensi spiritual, kesenjangan konseptual antara kategorisasi fikih klasik dan psikologi kontemporer, jarak antara teori normatif maqāṣid dengan praktik kebijakan, serta ketiadaan mekanisme non-kompensasi antardimensi dalam indeks kesejahteraan yang ada. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi indikator kesejahteraan ekonomi berbasis konsep falah dan maqāṣid syarī'ah untuk menjawab keempat kesenjangan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) dan pemodelan konseptual-matematis atas data sekunder dari Al-Qur'an, Hadis, serta literatur ekonomi Islam klasik dan kontemporer, penelitian ini merumuskan Falah Index Framework yang mengoperasionalkan lima dimensi al-dharūriyyāt al-khams: Ad-Dīn (spiritual-etis), An-Nafs (kesehatan fisik dan psikologis-mental), Al-'Aql (intelektual), An-Nasl (keberlanjutan sosial-ekologis), dan Al-Māl (keadilan ekonomi). Skor indeks dihitung melalui rata-rata geometris berbobot dengan mekanisme ambang batas kritis dharuriyyat, yang secara matematis terbukti mampu mencegah capaian tinggi pada satu dimensi menutupi kegagalan pemenuhan kebutuhan dasar pada dimensi lain, menegakkan prinsip non-kompensasi yang absen dalam indeks-indeks alternatif sebelumnya. Kerangka ini berimplikasi pada penjenjangan prioritas anggaran negara (dharuriyyah–ḥajiyyah–taḥsīniyyah) dan optimalisasi instrumen keuangan sosial Islam, sekaligus memperkuat keterhubungan wacana ekonomi Islam dengan gerakan Post-GDP global dan SDGs. Penelitian ini masih bersifat konseptual dan memerlukan validasi empiris lebih lanjut pada data riil.

Diterbitkan

2026-10-31

Cara Mengutip

Nilasari, Y., Sugianto, A., & Wartoyo, W. (2026). Rekonstruksi Indikator Kesejahteraan Ekonomi Dari GDP Menuju Falah Dalam Perspektis Ekonomi Islam. Strata Social and Humanities Studies, 4(2), 212–222. https://doi.org/10.59631/sshs.v4i2.630

Terbitan

Bagian

Articles