Sejarah Pulau Samalona: Dari Masa Kolonial Hingga Era Pariwisata
DOI:
https://doi.org/10.59631/sshs.v4i1.471Kata Kunci:
Samalona, sejarah maritim, kolonialisme, pariwisata bahari, pelestarian, ruangAbstrak
Pulau Samalona adalah sebuah Pulau kecil yang terletak di perairan Selat Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Pulau ini memiliki sejarah yang kaya dan peran penting dalam lintasan sejarah Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap jejak sejarah Pulau Samalona dari masa kolonial hingga era pariwisata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Pulau Samalona memiliki beberapa peran penting dalam lintasan sejarah Sulawesi Selatan. Pertama, lokasi yang strategis terletak di Selat Makassar, yang merupakan jalur perdagangan penting antara Sulawesi Selatan dan wilayah lainnya di Nusantara. Lokasi ini membuatnya menjadi titik strategis dalam perdagangan dan navigasi laut sejak masa kolonial hingga kini. Kedua,Pertahanan dan keamanan. Pulau Samalona pernah digunakan sebagai basis pertahanan dan keamanan oleh kerajaan di Sulawesi Selatan, khususnya Kerajaan Gowa dan Makassar (Gowa-Tallo). Pulau ini menjadi penting dalam melindungi kerajaan dari serangan musuh dan ancaman lainnya. Namun ketika, Kompeni Belanda berkuasa, Samalona dijadikan titik observasi dan dijadikan tempat patroli laut Belanda. Kontrol kolonial atas laut Makassar membuat akses masyarakat lokal ke Samalona menjadi terbatas. Ketiga, sebagai pusat perikanan. Pulau samalona, juga dikenal sebagai pusat perikanan yang penting bagi masyarakat Gowa dan Makassar. Ketika transformasi pasca-kemerdekaan, pulau ini menjadi destinasi wisata. Narasi sejarah Samalona merefleksikan kontestasi ruang, ketimpangan akses, eksploitasi ekologis, hingga strategi pelestarian wisata maritim. Dengan menekankan hubungan manusia dan laut sebagai dimensi kultural, artikel ini mengusulkan perlunya reposisi Samalona dalam kebijakan pelestarian berbasis sejarah dan keadilan ruang. Oleh karena itu, artikel ini mengisi kekosongan historiografi lokal yang selama ini menempatkan pulau-pulau kecil sekadar latar, bukan sebagai pelaku sejarah.
Kata kunci: Samalona, sejarah maritim, kolonialisme, pariwisata bahari, pelestarian, ruang
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Authors

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



















